Berita Terkait

Rabu, 18 Oktober 2023

Tawarkan Tiga Belas Proyek Investasi Berkelanjutan, Indonesia Investment Forum 2023 Sukses Tarik Minat Investor Inggris dan Sekitarnya

Jakarta, 18 Oktober 2023 – Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London selaku kantor perwakilan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat untuk kesekian kalinya kembali sukses menggelar kegiatan Indonesia Investment Forum (IIF) 2023 di London, Inggris pada tanggal 5 Oktober 2023.

Tiga belas proyek investasi berkelanjutan di sektor energi, industri, kendaraan listrik, pariwisata, infrastruktur, transportasi, pertambangan, dan digitalisasi ditawarkan pada sesi business matching IIF 2023 dan berhasil menarik minat sekitar 20 investor asal Inggris dan sekitarnya.


Hadir secara virtual, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 5,31% di kuartal kedua 2023 serta menahan laju inflasi di bawah 4%. Hal ini tidak terlepas dari peran kontribusi investasi di mana saat ini Indonesia merupakan negara tujuan investasi terbesar kedua di Asia Tenggara.


“Saya mengajak teman-teman dari Inggris untuk menjadi bagian dari proses pembangunan ini. Teman-teman punya teknologi, pasar dan kemampuan secara finansial. Indonesia punya sumber daya alam, wilayah yang luas dan potensi penetrasi pasar ke seluruh dunia. Datanglah ke Indonesia, kalian bawa teknologi, kami yang akan urus perizinannya,” ujar Bahlil dalam pidato sambutannya.


Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan turut menjadi narasumber dalam sesi diskusi panel berjudul ‘Powering Up: Memajukan Potensi Infrastruktur Ramah Lingkungan, Keuangan Berkelanjutan dan Investasi di Indonesia’. Dalam kesempatan ini Nurul menyampaikan perkembangan dan upaya Kementerian Investasi/BKPM dalam memajukan proyek investasi khususnya di sektor energi terbarukan, investasi berkelanjutan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. “Kantor IIPC London menjadi main contact point bagi teman-teman investor Inggris dan Eropa yang tertarik akan proyek-proyek sustainable kami,” demikian disampaikan Nurul.


Beberapa proyek investasi berkelanjutan ready-to-offer yang ditawarkan oleh Kementerian Investasi/BKPM yaitu Industri Motor Listrik untuk Kendaraan Listrik di Bekasi, Jawa Barat; Fasilitas Stasiun Pengisian Daya Terintegrasi di Jakarta Selatan, DKI Jakarta; Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dan Lebak, Banten; serta Industri Bioethanol di Bojonegoro, Jawa Timur; dengan total estimasi nilai investasi sebesar USD276 juta. Selain itu juga ditawarkan proyek pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Toba Caldera Resort oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan estimasi nilai investasi sebesar USD1,7 miliar.


Duta Besar RI Desra Percaya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo serta Minister of State for the Investment Security Unit Nusrat Ghani juga turut hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan IIF 2023 yang mengusung tema “Fostering Sustainable Growth Through Green Investment and Digital Transformation".


Hadir sebagai pembicara dari Inggris dan Indonesia untuk menyampaikan potensi kerja sama di bidang ekonomi antara kedua negara antara lain Richard Graham, Utusan Perdagangan PM Inggris untuk Indonesia, Malaysia, Filipina dan ASEAN; Lord Vaizey of Didcot, Chairman UK ASEAN Business Council; dan Rino Donosepoetro, Chairman British Chamber of Commerce Indonesia. IIF 2023 dilaksanakan secara hybrid di kantor KBRI London dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta, terdiri atas pelaku bisnis dan pejabat tinggi institusi keuangan.


Data Kementerian Investasi/BKPM mencatat, dalam lima tahun terakhir (2018 - TW II 2023), Inggris merupakan negara Eropa kedua setelah Belanda yang mencatatkan total realisasi investasi terbesar di Indonesia sebesar USD1,75 miliar. Lima sektor utama realisasi investasi asal Inggris yaitu tanaman pangan, perkebunan dan peternakan (24%); pertambangan (20%); industri makanan (9%); industri kimia dan farmasi (8%); serta hotel dan restoran (7%). (*)




Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Ricky Kusmayadi

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi

Kementerian Investasi/BKPM 

E-mail: rickykusmayadi@bkpm.go.id






Powered by sagara 2022