Sebagai pasar ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pasar ekonomi yang sedang berkembang di dunia, Indonesia terus meningkatkan posisinya untuk menjadi salah satu tujuan utama investasi yang efisien dan menarik diranah ekonomi global. Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan zona ekonomi yang bertujuan untuk mengendalikan penggunaan ruang, meningkatkan upaya pengembangan ekonomi yang berwawasan lingkungan, mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya saing investasi, serta memberikan kepastian dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur dalam mendukung pembangunan ekonomi dan investasi. Indonesia berfokus pada programnya untuk melokalisasi investasi ke dalam zona ekonomi yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

Menindaklanjuti paket kebijakan ekonomi II yang dikeluarkan pada tanggal 29 September 2015 mengenai percepatan dan penyederhanaan layanan perizinan investasi di Kawasan Industri, Indonesia telah menerapkan fasilitas Kemudahan Langsung Investasi Konstruksi (KLIK) di 32 kawasan industri terpilih, sebagai berikut:

• Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE)

• Kendal Industrial Park (KIP)

• Kawasan Industri Bukit Semarang Baru

• Kawasan Industri Wijayakusuma

• Karawang International Industrial City (KIIC)

• Bekasi Fajar Industrial Estate (BFIE)

• Delta Silicon 8 Industrial Park

• GT Tech Park @ Kawasan Industri Karawang

• Suryacipta City of Industry Industrial Estate (SCI)

• Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)

• Modern Cikande Industrial Estate (MCIE)

• Wilmar Integrated Industrial Park (WIIP)

• Kawasan Industri Medan (KIM)

• Bantaeng Industrial Park (BIP)

• Kawasan Industri Dumai (KID)

• Kawasan Industri Kariangau (KIK)

• Bintang Industrial Park II

• Kawasan Industri Batamindo Industri

• Kota Industri Kota Bukit Indah

• PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP)

• Kawasan Berikat Nusantara Industrial Park

• Artha Industrial Hill

• Kawasan Industri Tuban (KIT)

• Maspion Industrial Estate (MIE)

• Kawasan Industri Indotaisei

• Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS)

• Pusat Kawasan Industri Marunda

• Pusat Industri Jababeka III

• Greenland Internasional Industrial Center (GIIC)

• Kawasan Industri Kabil

• Bintan Inti Industrial Estate Lobam

West Point Maritime Industrial Park

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah model terobosan yang dirancang oleh Pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi dengan mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan daya saing tinggi. Memastikan keefektifan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Ada beberapa insentif dan fasilitas investasi di KEK.

KEK didirikan dan dikembangkan berdasarkan potensi demografis, dan aksesibilitas kawasan tersebut ke pasar global. Untuk menarik lebih banyak investasi, mengelola industri, ekspor-impor, dan kegiatan ekonomi lainnya dengan nilai ekonomi berskala tinggi dan daya saing global, serta menciptakan kualitas pekerjaan yang luas.

11 KEK yang sudah ada (Mei 2017):

• KEK Sei Mangkei

• KEK Tanjung Lesung

• KEK Tanjung Api-Api

• KEK Morotai

• KEK Mandalika

• KEK Palu

• KEK Bitung

• KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

• KEK Tanjung Kelayang

• KEK Sorong

KEK Arun-Lhokseumawe

Pemerintah memiliki rencana besar untuk pariwisata di Indonesia. Tapi untuk mewujudkan sektor pariwisata menjadi penyumbang utama ekonomi, diperlukan investasi besar untuk mempercepat prosesnya. Pemerintah telah menentukan 10 tujuan wisata prioritas untuk pembangunan, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Mandalika (Nusa Tenggara Barat) dan Morotoi (Maluku Utara).