“Prospek ekonomi dinilai positif dengan dukungan ekonomi global dan faktor fundamental domestik yang kuat”

Dengan situasi perekonomian dunia yang semakin kondusif, serta membaiknya fundamental domestik, prospek ekonomi Indonesia terus mengalami kecenderungan yang positif. Terlepas dari ketidakpastian kebijakan global dan risiko proteksionisme perdagangan yang meningkat, ekonomi dunia memberikan dukungan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, peningkatan dalam perdagangan internasional, kondisi keuangan yang relatif akomodatif, dan pemulihan harga komoditas yang cukup mendukung. Pertumbuhan PDB riil Indonesia diproyeksikan meningkat dari 5,0% di tahun 2016 menjadi 5,2% tahun ini, dan selanjutnya menguat menjadi 5,3% pada 2018 (tabel di bawah)

Pada awal perkiraan, investasi diharapkan akan menguat karena pemulihan harga komoditas yang terus berlanjut. Hal ini kemudian meningkatkan kepercayaan investor yang didukung oleh kenaikan peringkat S & P, ditambah dengan suku bunga pinjaman komersial yang rendah. Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan melonjak tahun ini dan tetap kuat di tahun 2018, didukung oleh permintaan eksternal yang menguat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi global yang lebih cepat, serta peningkatan dalam perdagangan global.


Bonus demografis menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan ekonominya, didukung oleh ketersediaan populasi usia produktif dalam jumlah yang signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa Indonesia akan menikmati era ‘bonus demografis’ pada tahun 2020-2035. Selama periode ini, jumlah populasi usia produktif diproyeksikan berada pada grafik tertinggi, mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 297 juta orang.

“Reformasi Kebijakan Telah Menunjukkan Respons Positif: Prospek yang Lebih Baik serta Keyakinan & Kepercayaan yang Lebih Tinggi.”