Pemerintah Indonesia telah menekankan bahwa sekitar Rp2.877 triliun (60% dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur) diperlukan untuk memenuhi kesenjangan atas kebutuhan pendanaan infrastruktur. Sebagai alternatif pembiayaan kreatif, penting untuk meningkatkan partisipasi swasta dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia hingga 40% melalui skema Kemitraan Pemerintah-Swasta (KPS). Untuk memajukan kualitas layanan infrastruktur, entitas swasta diharapkan dapat berkontribusi dan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka pada pengembangan, operasi, dan pengelolaan layanan infrastruktur yang berkualitas. Selain itu, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan meningkatkan daya tarik investasi serta menjamin keterlibatan sektor swasta.

Proyek KPS Air Minum Kota Bandar Lampung dikembangkan untuk memperbaiki layanan air bersih bagi masyarakat Kota Bandar Lampung. Dengan proyek ini, pengelolaan air bersih curah di kota Bandar Lampung akan dilakukan oleh PDAM Way Riau dan Perusahaan Proyek. Semua jaringan distribusi akan dioperasikan oleh PDAM Way RIAU. Tingkat layanan diperkirakan akan naik dari 20% di tahun 2016 menjadi 46% pada tahun 2024 dengan akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman. Kapasitas sistem mencapai 750 l/detik dan sistem akan melayani 60.000 sambungan rumah tangga.

Sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung dalam pembangunan perekonomian nasional. Selain mampu menyerap tenaga kerja, sektor pertanian juga berperan penting dalam pembentukan PDB, penerimaan devisa, penyediaan pangan, pengentasan kemiskinan, perbaikan pendapatan masyarakat, bahkan pembentuk budaya bangsa dan penyeimbang ekosistem.

Salah satu hal penting dalam sektor pertanian merupakan sektor pangan. Ketersediaan pangan menjadi sangat penting seiring dengan tingkat pertumbuhan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 257,9 juta jiwa. Jumlah ini menuntut ketersediaan dan ketahanan pangan yang besar untuk dipenuhi. Oleh karena itu, dalam upaya mengatasi persoalan pangan ini, investasi sektor pangan perlu untuk ditingkatkan.

Realisasi investasi di sektor pangan mengalami tren yang positif. Hal ini akan terus didukung oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian melalui investasi pada rantai pasok dan modernisasi alat-alat pertanian. Diharapkan dengan menguatkan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) akan meningkat.

Salah satu komoditas perikanan bernilai tinggi yang termasuk salah satu komoditas utama budidaya perikanan adalah udang, yang bisa diperoleh dari penangkapan (laut serta perairan umum) maupun budidaya. Indonesia merupakan penghasil udang terbesar kedua setelah Tiongkok dengan total produksi sebesar 627.643 pada tahun 2013 dan merupakan negara pengekspor udang terbesar kelima dunia. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menetapkan lokasi untuk program revitalisasi tambak udang di Indonesia.

Road Map lokasi revitalisasi tambak udang 2015-2019 adalah sebagai berikut:

2015: Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur

2016: Sumatera Utara dan Aceh

2017: Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara

2018: Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah

2019: Sumatera Selatan dan Sulawesi Tenggara

Sektor industri merupakan salah satu motor penggerak utama pertumbuhan perekonomian suatu negara. Pembangunan industri akan memberikan dampak besar berupa meningkatnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna, memperkuat daya guna masyarakat dalam proses pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas pembukaan lahan kerja dan kesempatan berusaha serta dapat memperkuat stabilitas nasional.

Dalam pertumbuhan realisasi investasi triwulan pertama 2016, sektor industri menjadi salah satu motor utama dengan 5 (lima) sektor yang memberikan kontribusi besar dalam realisasi investasi. Sebagian besar sektor industri yang memberikan sumbangan terbesar berasal dari industri padat karya yang menjadi prioritas pemerintah bersama industri berorientasi ekspor, industri substitusi impor dan industri hilirisasi mineral.

Indonesia adalah produsen nikel terbesar ke-4 dari 5 besar negara produsen nikel dunia yang bersama-sama menyumbang lebih dari 60 persen produksi nikel dunia. Produksi nikel Indonesia mencapai 190 ribu ton per tahun. Indonesia memiliki 8% cadangan nikel dunia. Oleh karena itu, industri pertambangan dan pengolahan nikel sangat layak untuk dipercepat dan diperluas pengembangannya. Sulawesi merupakan daerah dengan produksi nikel paling maju di Indonesia. Empat lokasi penting di Sulawesi yang memiliki cadangan nikel berlimpah adalah:

• Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan;

• Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah;

• Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara;

Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Industri furnitur Indonesia menghadapi prospek pertumbuhan yang solid, tidak hanya dari pasar ekspor tradisional tetapi juga dari kawasan ASEAN serta pasar domestik. Indonesia telah memiliki reputasi yang baik dalam sektor furnitur dan kerajinan tangan baik di dalam maupun di luar negeri. Permintaan dunia untuk furnitur diperkirakan akan meningkat sebesar 4,2% per tahunnya dan melanjutkan pola ekspansi dengan pasar Asia sebagai mesin pertumbuhan utama. Industri furnitur Indonesia terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan kelas menengah dan daya beli konsumen. Dengan memanfaatkan populasi angkatan muda juga tenaga kerja yang tersedia serta kualitas bahan baku dan kelestarian lingkungan dalam produksi furnitur, diharapkan ekspor industri ini akan tumbuh sebesar 20% setiap tahunnya.

Sebagai salah satu negara manufaktur tekstil terkemuka, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan Industri Tekstil. Salah satu poin kuat industri ini adalah bisnis hulu hingga ke hilir yang berkembang dengan baik, yang memungkinkan integrasi vertikal yang ketat. Indonesia telah berhasil memosisikan diri sebagai pasar produksi alternatif untuk merek fashion global. Pemerintah telah menetapkan tujuan untuk meningkatkan nilai tekstil dan garmen ekspor menjadi USD75 miliar pada tahun 2030 dan memberikan kontribusi 5% terhadap ekspor global, meningkat dari di bawah 2% saat ini.

Pabrik tekstil, yang terutama berlokasi di Bandung, Bekasi, dan Bogor, menjadi pemasok merek terkemuka seperti Hugo Boss, Giorgio Armani, Guess, Mark and Spencer, Mango dan banyak merek terkenal lainnya. Produk ekspor merek-merek ini telah menjangkau pasar ekonomi maju seperti Jepang, Inggris, AS, dan beberapa pasar lainnya. Indonesia telah menjadi basis industri bagi perusahaan patungan asing yang memproduksi produk tekstil khusus seperti geotextile; seragam tentara, yang telah diekspor ke sekitar 30 negara, salah satunya diperuntukkan bagi tentara North Atlantic Treaty Organization (NATO); dan seragam Anti-Nuklir, yang telah diekspor ke Arab Saudi dan Malaysia.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, meningkatnya disposable income domestik, dan tumbuhnya permintaan pasar atas alas kaki, Indonesia menawarkan peluang investasi yang besar di industri alas kaki. Tenaga kerja yang kompetitif dan terampil telah menarik investasi dari berbagai negara, sementara lokasi industri yang strategis dan dukungan pemerintah juga telah berkontribusi terhadap pengembangan sektor ini. Lokasi strategis Indonesia di kawasan dengan pertumbuhan tinggi dan kedekatannya dengan pasar raksasa Tiongkok dan India menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi ideal untuk merek alas kaki global seperti Nike, Adidas, Reebok, dan sepatu mode terkenal lainnya.

Secara global, total produksi baja mentah mencapai 1,621 juta ton pada tahun 2016 (naik 0,8% dari tahun sebelumnya). Adapun 50% produk tersebut berasal dari Tiongkok, selanjutnya diikuti oleh Jepang, India, Amerika Serikat, Rusia dan Korea Selatan. Dari sudut pandang ekonomi, baja merupakan logam dasar paling utama dengan global market value USD225 miliar per tahun. Total konsumsi baja mentah (crude steel) Indonesia pada tahun 2016 yaitu sebesar 14 juta ton, sedangkan total produksi dalam negeri baru mencapai 8 juta ton. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, Indonesia harus mengimpor 6 juta ton produk baja.

Dalam pembangunan infrastruktur, yang menjadi prioritas program Presiden Joko Widodo, pemerintah berencana mengembangkan 3 kawasan wisata yang masuk dalam daftar 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Tiga wilayah prioritas wisata adalah Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Borobudur merupakan salah satu dari 3 (tiga) wilayah pengembangan sektor pariwisata yang menjadi prioritas Pemerintah. Borobudur berlokasi di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Borobudur ditunjuk sebagai The Biggest Buddha Monument di dunia dan tercatat sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia pada tahun 1991 di World Wonder Heritage. Borobudur memiliki 2.673 relief jika diatur dalam baris dapat mencapai sekitar 6 km. Sejalan dengan pengembangan kawasan Borobudur yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing, maka dibutuhkan berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti bandara internasional, hotel dan resort, serta infrastrukture lainnya.

Danau Toba, berlokasi di Provinsi Sumatera Utara, merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dan danau terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba merupakan salah satu dari sepuluh danau terdalam di dunia yang mencapai kedalaman sekitar 500 meter.

Berbagai peluang investasi terbuka untuk melakukan pengembangan kawasan pariwisata di Danau Toba, seperti investasi di sektor watersport, taman rekreasi, ekonomi kreatif, selain itu juga pengembangan sarana dan prasarana seperti pembangunan bandara, jalan, ketersediaan listrik dan sarana pengelolaan air serta infrastruktur lainnya

Mandalika, berlokasi di Provinsi Lombok, merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki lautan pasir keseluruhan 5.250 hektar. Mandalika ditunjuk sebagai The Best Destination Halal dan The Best Honeymoon Destination di Dunia Halal Travel Award 2015. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika difokuskan untuk kegiatan utama Pariwisata. Dalam melakukan pengembangan kawasan pariwisata Mandalika tersebu, berbagai peluang investasi cukup terbuka seperti taman rekreasi wisata pantai, peningkatan fasilitas kesehatan dan keselematan bertaraf internasional, serta pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan cruise dan marina beserta fasilitas penunjang lainnya.

Pemerintah telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2017-2026 melalui Kepmen ESDM No. 1415 K/20/MEM/2017 tanggal 29 Maret 2017. Dalam RUPTL sepuluh tahun ke depan ini, total pembangkit direncanakan 77,9 GW, transmisi 67.627 km, dan Gardu Induk 165.231 MVA.

RUPTL 2017-2026 juga akan mengembangkan pembangkit Energi Baru Terbarukan dalam rangka mencapai bauran energi primer yang optimal pada tahun 2025 sepanjang memenuhi tingkat keekonomian, sesuai dengan ke Kebijakan Energi Nasional. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga ditingkatkan pada penyediaan barang dan jasa untuk proyek-proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi, di samping peningkatan efisiensi pengadaan energi primer.


Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan dimana sebagian besar pulau-pulau di Indonesia memiliki sumber daya air baik berupa aliran sungai atau danau (waduk) dengan variasi ukuran serta potensi yang cukup beragam. Hal ini memunculkan potensi penggunaan sumber air sebagai energi penggerak bagi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Adapun pulau-pulau di Indonesia dengan potensi tenaga air (hidropower) yang cukup melimpah, antara lain berada di Pulau Sumba, Pulau Flores, Pulau Timor, Pulau Bali, Pulau Papua, Pulau Sulawesi, dan Pulau Jawa. Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air skala mini (PLTM) dan mikro (PLTMH) di wilayah Indonesia yang telah teridentifikasi adalah mencapai 500 MW.


Pengembangan sektor manufaktur dengan platform digital menjadi penting seiring kemajuan teknologi terkini dan berjalannnya era Industri. Hal ini terlihat dari langkah Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020. Terlepas dari pembangunan infrastruktur yang belum merata, industri ekonomi digital di Indonesia dapat dikatakan sangat menggeliat. Tumbuh pesatnya berbagai perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi menjadi penanda akan hal tersebut. Saat ini Pemerintah memberikan peluang kepada investor untuk turut serta mendorong sektor digital di Indonesia, dimana sektor industri digital seperti e-commerce, web portal, dll, menjadi lebih terbuka untuk investasi asing.


Pemerintah telah membuka peluang investasi di industri film untuk investor asing. Dengan populasi 255 juta, Indonesia menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi investor. Namun, pengunjung bioskop di Indonesia hanya mencapai sekitar 10,5 juta selama 3 tahun terakhir (2013-2015) karena ketersediaan bioskop terbatas di setiap kota/ kabupaten. Pemerintah berharap kebijakan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di industri perfilman di Indonesia.